Archive for the ‘Serba-Serbi’ Category

Pesona Pantai Pulau Adonara


27 Jul

Bingung mau bikin postingan apa, pas bongkar – bongkar file di PC nemu foto – foro pulang kampung bulan februari kemarin. Lumayan bisa jadi bahan postingan. Berikut ini hanya foto – foto pantai di Pulau Adonara, pantai dengan hamparan pasir putih yang menurut saya masih alami sekali, gak kalah lah sama Pantai Kuta di Bali sana.. :) cekidott..

Pantai Watotena :

Pantai Ina Burak :

Diatas hanya beberapa foto dari banyak foto 2 pantai yang saya kunjungi waktu pulang kemarin. Banyak sekali sudut – sudut dari kedua pantai tersebut, yang menyajikan pemandangan indah, namun sayang keterbatasan kecepatan koneksi saya pada saat saya membuat postingan ini, membuat saya hanya bisa menampilkan beberapa foto diatas. Jika anda penasaran, langsung saja menuju ke Pulau Adonara, walau mungkin jauh, tapi anda tak akan pernah menyesal jika sudah sampai disana.

nb: pantai ini juga sudah pernah saya pamerkan forum kaskus, bagi para kaskuser bisa langsung aja menuju TKP :

Pesona Pantai Pulau Adonara

Kenikmatan dibalik jeruji besi


11 Jan

Beberapa minggu terakhir ini, Negeri kita tercinta dihebohkan dengan berita dari Balik Jeruji Besi. Yah, Jeruji Besi atau Penjara atau Rumah Tahanan buat para pelaku krimnal yang sedang menjalani masa hukuman setelah disidang.  Seminggu yang lalu salah satu stasiun swasta kita mendapatkan video tentang kegiatan para nara pidana (NAPI) di balik jeruji besi di Medan.  Video yang yang direkam oleh salah satu mantan NAPI yang sudah menghirup udara bebas itu mengisahkan tentang bagaimana kegiatan melanggar hukum yang terjadi didalam Rumah Tahanan (RUTAN). Entah apa motivasi mantan napi itu membeberkan video itu ke publik? namun dalam video itu terlihat jelas, bagaimana kegiatan melanggar hukum yang notabene TIDAK BOLEH terjadi di dalam Rutan, dengan begitu bebasnya dipraktekan oleh para nara pidana yang seharusnya mendapat efek jera ketika menjalani masa tahanan. Ironis memang, tetapi itulah yang terjadi. Para nara pidana bebas berjudi, bahkan mengkonsumsi NARKOBA secara bebas merdeka, seakan disanalah surga mereka. Entah apa yang terjadi disana, namun patut dipertanyakan, Bagaimana NARKOBA bisa sampai pada tangan para napi tersebut???? Bukan hanya sekali terjadi, kasus seperti ini sudah menjadi rahasia umum dan sering kita dengar terjadi di rumah tahan yang lain. Instansi terkait pun hanya bisa memberi janji akan memperbaiki keadaan tersebut, namun hingga kini kasus tersebut masih saja terjadi.

Belum lagi kasus diatas terselesaikan, muncul lagi kasus lainnya dari balik rumah tahanan yang tak kalah hebohnya. Yaitu Mewahnya Penjara Berbintang Lima di Rumah Tahana Wanita Pondok Bambu Jakarta Timur.  Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menemukan penyimpangan di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, saat inspeksi mendadak, Minggu Malam 10 Januari 2010. Beberapa narapidana yang melanggar di antaranya terpidana kasus suap terhadap jaksa Urip Tri Gunawan, Artalita Suryani (Ayin). Ibarat seorang tamu istimewa yang sedang menginap di Hotel berbintang lima Artalita mendapat ruangan terpisah dari tahanan lain dengan fasilitas mewah. Ruangan besar, televisi, kulkas, dan meja kantor. Di blok lain, petugas juga menemukan kasus yang sama, Aling terpidana narkotika seumur hidup mendapat ruang tahanan yang besar dengan fasilitas karauke dan televisi.  Berbeda dengan tahanan lainya  yang berdesak-desakan dalam satu blok.  Sangat disayangkan, mengapa ada perlakuan istimewa terhadap tahanan-tahanan tertentu???  Namun setelah dikonfirmasi Kepala Lapas Sarju Wibowo malah membantah adanya perlakuan istimewa tersebut. Ketika ditanya oleh wartawan mengapa ada barang-barang elektronik bahkan pembantu dalam ruang tahanan tersebut, beliau menjawab itu hanya fasilitas pribadi, karena ada keperluan pribadi, jadi sudah sewajarnya. Yang menjadi pertanyaan, apakah benar bahwa dalam sebuah rumah tahanan diperbolehkan para tahan membawa fasilitas-fasilitas pribadi tersebut?? Jika begitu, saya akan memilih untuk masuk menjadi tahan saja, hanya dengan mencuri seekor anak ayam dari pengusaha ayam..  Ataukah fasilitas-fasilitas pribadi tersebut hanya diperuntukan bagi tahanan berduit dengan  ” kasus elite ” ??

Berbeda dengan pernyataan Kepala Lapas, Mentri Hukum dan HAM mengakui adanya Pengistimewaan dalam Rutan Pondok Bambu. Namun sejauh mana pelanggaran itu terjadi masih akan dipelajari lagi terlebih dahulu. Bapak Menteri juga mengatakan akan segera mungkin menentukan siapa yang paling bertanggung  jawab atas pengistimewaan beberapa tahanan tersebut.

Sangat disayangkan mengapa kasus-kasus tersebut bisa terjadi, dimanakah pengawasan instasi-instasi terkait? Apakah ini merupakan konspirasi pihak-pihak tertentu  yang hanya mementingkan keuntungan bagi ” perut ” sendiri?? Patut dipertanyakan.!! Pihak – pihak terkait harus segera menyelesaikan kasus tersebut, sampai pada akar-akarnya, agar tidak timbul perdebatan di masyrakat, dan semakin memudarkan kepercayaan masyrakat terhadap elemen pemerintahan.

Berantas Semua Mafia Peradilan di Indonesia…!!! Hukum Itu Adil…